11 Jun 2012

HTS.


Hai hai manusia manusia yang sedang sendiri. Yang sedang bercinta. Yang sedang menanti cinta. Yang baru diputusin. Yang malu mengaku cinta. Yang lagi ngambek (baca: merajuk). Yang lagi kangen kangenan. Apa kabar hati hati anda sekalian?

Kalau kemaren saya sudah bicara tentang PHP, hari ini saya akan mengajarkan satu lagi bahasa gaul di kalangan ABG (baca: anak baru gede alias remaja) Indonesia. Di seberang, bahasa kecilnya HTS. Bahasa panjang adalah Hubungan Tanpa Status.

Ada yang bilang kalau HTS itu, the new friendzone. Kamu berteman dengan orang yang kamu suka, kamu pengen hubungan kamu lebih dari sekedar teman. Tapi dia cuma nganggap kamu sebatas teman. Pernah rasa yang seperti ini? Tenang saja, kamu ga sendiri. Saya juga pernah merasakan hal yang sama.

Padahal dua duanya sudah nyaman, sudah saling suka, tapi takut buat ungkapin atas dasar tidak mau ngerusak persahabatan yang sedia ada. Oh, saya pernah menulis puisi buat seorang teman saya di sini:


terdiam aku suka sama dia
terdiam aku mengagumi dia
terdiam aku menginginkannya
terdiam aku mau memilikinya

cuma dia
yang bisa memberikan
sinar surya di pagi hariku

cuma dia
yang bisa membuat
hilang seluruh galau hatiku

dan cuma dia
yang bisa bikin
aku senyum sepanjang hari itu

cuma dia
dan bukan orang lain
yang tiap hari
menembus bayangan mimpi indahku

apa mungkin
ini dia yang namanya cinta?


Tiap orang punya definisi cinta sendiri. Dan kalau saya ditanya apa definisi cinta buat saya, ada di antara kalian yang mungkin sudah tau. Buat saya, cinta adalah berani. 

Berani dari sebelum memulakan dan sampai ke hujung pengakhiran. Berani saat belum mengenal cinta, dan berani andai saja kalau cinta itu melepaskan kamu. Berani untuk bisa mengungkapkan, berani untuk menggantungkan percaya, berani untuk menerima apa adanya, berani untuk siap ditinggalkan. 

Kalau belum berani, ga usah buru buru mikirin cinta. Cari dulu letak posisi elemen berani kamu di mana. Sudah siap?

4 ulasan:

miza kimbum berkata...

ya,yok cari keberanian dulu,wakaka XD

Tanpa Nama berkata...

Tulis melayu lah ~ tak fahamm

Taufik berkata...

Mushaf kerakusan stigma "profiling" banyak memainkan peranan berbilang-tingkatnya dalam menterjemahkan ugutan "dunia mu kelam tanpa pacar" kepada generasi dara/teruna yang belum soheh bernikah.

Segenap unjuran paksina daksina dunia ini tidak perlu langsung memasyhurkan suasana ronggeng butuhkan teman ini.

Tanpa Nama berkata...

aku menghormati karya atau entry ni.
tapi tak suka sangat gaya bahasa indo camni. cuma memberi respon. :) peace!